Wednesday, 4 May 2016

Bahayakah Bila Bayi Lahir Lebih Dari 42 Minggu



Bayi yang terlalu terlambat lahir atau masa kandungan melebihi kandungan normal sampai dengan 42 Minggu memiliki risiko tinggi kesehatan di kemudian hari. Semakin lama usia rahim Anda, maka semakin tinggi risiko komplikasi yang terjadi pada Anda.

Berikut adalah beberapa risiko ketika bayi lahir lebih dari 42 Minggu:


1. Fungsi Plasenta Menurun.

Hal ini membuat bayi kelaparan saat berada dalam rahim karena mengurangi pasokan nutrisi dan oksigen ke bayi. Berkurangnya fungsi plasenta berarti berkuragnya masukan nutrisi bagi bayi didalam kantungan. Resiko yang buruk jika bayi masih berada dalam kandungan dan melebihi 42 minggu yaitu terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan bayi. Jadi bayi dapat mengalami gangguan nutrisi yang memerlukan perhatian khusus secara bertahap.

2. Menurunnya Cairan Amino (Cairan Ketuban).

Situasi ini dapat menyebabkan kondisi serius pada bayi. Sehingga tindakan yang tepat harus dilakukan dengan mengeluarkan bayi dalam kandungan sesegera mungkin.

3. Peningkatan Risiko Kelahiran Bayi.

Masa kandungan yang melebihi waktu normal harus segera mengambil keputusan untuk mengeluarkan bayi dari perut ibu, biasanya dilakukan dengan cara Caesar. Ditambah lagi, jika kondisi kesehatan ibu terganggu seperti mengalami komplikasi, sehingga semakin sulit dalam proses persalinanya.

4. Tinggi Risiko Kematian di Perut Ibu atau still birth.
Perbandingannya adalah 4 hingga 7 dari 1000 bayi yang Lahir pada masa kehamilan di luar 42 Minggu yang menggalami meninggal di dalam perut (still birth). Hal ini disebabkan oleh tidak optimalnya fungsi plasenta yang mengurangi volume cairan asam. Resiko kematian di dalam rahim dapat terjadi jika bayi terlalu lama dalam rahim.

5. Kemungkinan bayi menghirup dan menelan meconium.
Ketika proses kelahiran, bayi lebih berisiko menghirup dan menelan meconium yang mengakibatkan komplikasi infeksi juga inpeksi pernapasan . Jika cairan meconium ttertelan oleh bayi, maka bayi memiliki gangguan fungsi paru, dan juga kesulitan saat bernapas (asphyxia). Ini dapat menghambat pernapasan bayi yang baru lahir.

6. Tingginya Kemungkinan Trauma Persalinan.
Ini mungkin karena kesulitan untuk dilahirkan. Bayi yang terlalu jauh dalam rahim beresiko kesulitan melakukan persalinan, normal atau Caesar. Hal ini karena paru-paru dan organ-organ vital rahim dalam menghasilkan gangguan kesulitan bernapas bagi bayi.

7. Meningkatnya Resiko Bayi Mengalami kelahiran palsi serebral.
Adalah kondisi yang mengganggu pada motorik, yang mengakibatkan gangguan besar dan kecil dalam perintah fungsi untuk menggerakkan tubuh.

8. Hilangnya Lapisan Lemak yang Melindungi Kulit.
Meskipun demikian ulit bayi akan kering, pecah-pecah, keriput dan mengupas karena mereka di dalam rahim. Kemudian kuku di jari tangan dan kaki panjang yang dapat menyebabkan kulit bayi mudah tergores dan terluka oleh kuku sendiri.

Meskipun demikian anda jangan khawatir, untuk pencegahan kehamilan di luar 42 minggu untuk melakukan pencegahan melalui perawatan pralahir dokter atau bidan secara teratur. Minimal anda melakukan pemeriksaan Anda, minimal empat kali selama kehamilan mereka (satu kali trimester pertama, dua kali pada trimester ketiga adapun yang menghalangi kausatu untuk dua, dua kali pada trimester ketiga) orang-orang yang memiliki masalah kesehatan sebaiknya konsultasi sebulan sekali untuk melihat perkembangan bayi Anda sehingga untuk meminimalkan risiko kelahiran melebihi 42 Minggu.


Penulis: KotakAlam,id
Sumber: bidanku

No comments

Post a Comment